:: lets your hand do the talking ::

Sabtu, 30 April 2011

manis, manis, madu *aiiiih..


Bantimurung

Dibukit cadasmu rama-rama menari
Menyambut selamat datang
Aku, kasih dan rombongan telah tiba
Dan penyambutan paling akbar engkau pentaskan
Bantimurung di kesenyapan pagi dan dingin yang menggeletar

Didepanmu kulihat
Monster kupu siap menerkam
Dan memeluk dalam lekukan sungai mengalir

Kulihat biru, hitam, putih, kuning, beraneka warna bianglala
Mengintip dibalik kaca dan engkau memuja biru
Dalam rona kelangkaan
Anak kecil yang menawarkan setengah memaksa dan beri diskon

Kulihat rona pelangi dimatamu nan berbinar
Sungguh kita kembali jadi anak-anak

Bergandengan, menaiki undakan
Menyatu dalam gemuruh Bantimurung yang berbusa-busa
Bercerita tentang histori panjang
Dalam entrancemu kau katakan
Inilah tempat kami dulu, “ini kitorang pe tampa”
Para leluhur mungkin bercengkerama
Laksana Adam dan Hawa pernah turun disini dan menyatu
Kupeluk engkau begitu erat
Ku takut para leluhurmu mau bersama mereka

Kuminta, kami hanyalah pelancong biasa
Para Daeng, para Kraeng, kami anak cucu datang menjengukmu
Dinding-dinding cadas kelam berlumut, izinkanlah

Ditepian Bantimurung yang mengalir berkelok
Kuingin berenang, kau katakan ‘jangan lagi hujan.. dan acara kita belum selesai’
Kita ramai bermain, saling bercengkrama, menertawakan si Malaysia dan istrinya yang penuh percaya diri bergabung
Dalam doa dan dzikir panjang lohor nan syahdu
Kita memohon keselamatan, kerahmatan dan keberkahan
Agar dapat bertandang lagi ditempat ini

Buat Adinda
Zuwairiyah Husain Js
Dalam pelatihan pensiun di MakassarI
Selamat Ulang Tahun nanti & menikmati sisa waktu pensiun

Kanda,
Djufri S J Sangadji


hehe,emang dari dulu sang ayah ini selalu aktif membuatkan kami(anak-anaknya) puisi hahaha tiap ulangtahun selalunya ada, namun ketika SMP kelas 3 mulai stag, paling sekedar merangkai kata-kata singkat via sms :D entahlah saya dan ibunda dibuat bingung dipenghujung 2010 lalu ketika saya lagi mudik lebaran dan setelah berangkat dari menemani mama ke pelatihan pensiunan di Makassar tangannya mulai melukis diatas kertas kembali siang itu...^^, oooh ternyata malamnya beliau(papa) akan berangkat ke pulau bacan (salah satu bagian dari provinsi MALUT) padahal itu masi dalam suasana lebaran dan saya (yg lagi mudik) masih di rumah T_T tegaaa ^___^ kidding ***hahaha jadi puisi ini semacam penghantar agar mama ridho memberi izin pergi, i think~ hihihiii ;D

aslinya dikertas ^^v
sambungannya..

1 komentar:

  1. Bantimurung, ayah, ibu, mba Nurul, pernah ke sana?

    BalasHapus