:: lets your hand do the talking ::
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 September 2012
Nutrisi Galau ; masa-masa penantian
Kultwit #pencariannn by @PKSJerman – Sabtu 17 Desember 2011
nemu lg nih arsip kultwitnya yg jadul ..jleb parah..cocok bagi galauers.. hahah.. :p
1. #Pencariannn itu kudu serius, mas bro
2. #Pencariannn klo cuma modal lagu #galau, ke laut aja dah
3. #Pencariannn, tapi tuh mata ngga dijaga. Loe waras, mas bro?
4. #Pencariannn, emang sdh hafal berapa juz, mas bro?
5. #Pencariannn, ntar istri diajarin ilmu apa mas bro? Cara ganti ava tuiter?
Notes To My Self; tentang #pacarrr
Kultwit @pksjerman emang gokil-gokil, kali ini tentang #pacarrr..silakan disimak yaa..semoga mencerahkan dan tercerahkan, aamiin ^^
Jomblo itu status mulia dibandingin #pacarannn,
Bikin #galau tuips yg lagi punya pacar ah... siapa ikut? #hmmm ;D
1. #Pacarrr itu salah satu istilah yg statusnya bener2 ngga jelas... ;)
2. Katanya sih klo ama #pacarrr kita udah punya ikatan, tapi sebnrnya ya cuma pura2 punya. Ngga jelas. :)
3. Maksimal, ama #pacarrr itu punya kesepakatan. Tp ya gitu doang, klo dilanggar atö dikhianati, ngga ada konsekuensi. Bubar. ;)
4. Mgkn ada kesepakatan ama #pacarrr soal jadwal ketemu, siapa bayarin makan, atö dilarang ini-itu. Jg legalisasi buat pegangan... #hiii ;D
5. Trus #pacarrr ngerasa punya hak buat ngatur2, kudu ngeluangin waktu lebih byk, sampe minta macem2 ngga pake mikir. Idih! :P
Jomblo itu status mulia dibandingin #pacarannn,
Bikin #galau tuips yg lagi punya pacar ah... siapa ikut? #hmmm ;D
1. #Pacarrr itu salah satu istilah yg statusnya bener2 ngga jelas... ;)
2. Katanya sih klo ama #pacarrr kita udah punya ikatan, tapi sebnrnya ya cuma pura2 punya. Ngga jelas. :)
3. Maksimal, ama #pacarrr itu punya kesepakatan. Tp ya gitu doang, klo dilanggar atö dikhianati, ngga ada konsekuensi. Bubar. ;)
4. Mgkn ada kesepakatan ama #pacarrr soal jadwal ketemu, siapa bayarin makan, atö dilarang ini-itu. Jg legalisasi buat pegangan... #hiii ;D
5. Trus #pacarrr ngerasa punya hak buat ngatur2, kudu ngeluangin waktu lebih byk, sampe minta macem2 ngga pake mikir. Idih! :P
Sabtu, 08 Oktober 2011
meracau diri sendiri
hidupmu bukan hanya mengikuti kemauanmu, masi banyak seruan kerja-kerja kebaikan yang menunggumu, jangan merehat, bersantai, bengong terlalu lama, masi banyak yang membutuhkan tenagamu, kalau seperti ini terus kapan akan kesampaian menjadi manusia yang memberi kebermanfaatan bagi orang banyak !!
mana usaha
mana pengorbanan-pengorbanan itu
mana keringat peluh itu
mana semangat dulu itu
aku berlindung kepada-Mu atas segala lalai, lemah dan malas
#merasa tidak efektif, optimal dan lalai belakangan ini
mana usaha
mana pengorbanan-pengorbanan itu
mana keringat peluh itu
mana semangat dulu itu
aku berlindung kepada-Mu atas segala lalai, lemah dan malas
#merasa tidak efektif, optimal dan lalai belakangan ini
Jumat, 24 Juni 2011
سُئِلَ حَكِيْمٌ "Seorang Bijak Ditanya"
Oleh: Musyafa Ahmad Rahim
Seorang bijak ditanya:
سُئِلَ حَكِيْمٌ : مَنْ أَسْوَأُ النَّاسِ حَالاً؟
قَالَ : مَنْ قَوِيَتْ شَهْوَتُهُ .. وَبَعُدَتْ هِمَّتُهُ.. وَقَصُرَتْ حَيَاتُهُ .. وَضَاقَتْ بَصِيْرَتُهُ
سُئِلَ حَكِيْمٌ : بِمَ يَنْتَقِمُ اْلإِنْسَانُ مِنْ عَدُوِّهِ.....؟
فَقَالَ : بِإِصْلاَحِ نَفْسِهِ
سُئِلَ حَكِيْمٌ : مَا السَّخَاءُ ...... ؟
فَقَالَ : أَنْ تَكُوْنَ بِمَالِكَ مُتَبَرِّعاً، وَمِنْ مَالِ غَيْرِكَ مُتَوَرِّعاً
سُئِلَ حَكِيْمٌ : كَيْفَ أَعْرِفُ صَدِيْقِيْ اَلْمُخْلِصَ .....؟
فَقَالَ : اِمْنَعْهُ .. وَاطْلُبْهُ..فَإِنْ أَعْطَاكَ ..فَذَاكَ هُوَ ,..وَإِنْ مَنَعَكَ..فَاللهُ الْمُسْتَعَانُ
قِيْلَ لِحَكِيْمٍ :مَاذَا تَشْتَهِيْ .....؟
! فَقَالَ : عَافِيَةَ يَوْمٍ
فَقِيْلَ لَهُ : أَلَسْتَ فِي الْعَافِيَةِ سَائِرَ اْلأَيَّامِ ...؟
فَقَالَ : اَلْعَافِيَةُ أَنْ يَمُرَّ يَوْمٌ بِلاَ.. ذَنْبٍ
قَالَ حَكِيْمٌ : اَلرِّجَالُ أَرْبَعَةٌ : جَوَّادٌ وَبَخِيْلٌ وَمُسْرِفٌ وَمُقْتَصِدٌ
فَالْجَوَّادُ : مَنْ أَعْطَى نَصِيْبَ دُنْيَاهُ لِنَصِيْبِهِ مِنْ آخِرَتِهِ
وَالْبَخِيْلُ : هُوَ..اَلَّذِيْ لاَ يُعْطِيْ وَاحِداً مِنْهُمَا نَصِيْبَهُ
وَالْمُسْرِفُ : هُوَ الَّذِيْ يَجْمَعُهُمَا لِدُنْيَاهُ
وَالْمُقْتَصِدُ: هُوَ الَّذِيْ يُعْطِيْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا نَصِيْبَهُ
قَالَ حَكِيْمٌ : أَرْبَعَةٌ حَسَنٌ، وَلَكِنْ أَرْبَعَةٌ أَحْسَنُ
اَلْحَيَاءُ مِنَ الرِّجَالِ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهُ مِنَ النِّسَاءِ..أَحْسَنُ
وَالْعَدْلُ مِنْ كُلِّ إِنْسَانٍ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهُ مِنَ الْقُضَاةِ وَاْلأُمَرَاءِ..أَحْسَنُ
وَالتَّوْبَةُ مِنَ الشَّيْخِ ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهَا مِنَ الشَّبَابِ..أَحْسَنُ
وَالْجُوْدُ مِنَ اْلأَغْنِيَاءِ..حَسَنٌ.. وَلَكِنَّهُ مِنَ الْفُقُرَاءِ..أَحْسَنُ
قَالَ حَكِيْمٌ : إِذَا سَأَلْتَ كَرِيْماً .... فَدَعْهُ يُفَكِّرُ....فَإِنَّهُ لاَ يُفَكِّرُ إِلاَّ فِيْ خَيْرٍ
وَإِذَا سَأَلْتَ لَئِيْماً.. فَعَجِّلْهُ.. لِئَلاَّ يُشِيْرَ عَلَيْهِ طَبْعُهُ ..أَنْ لاَ يَفْعَلَ
قِيْلَ لِحَكِيْمٍ : اَلأَغْنِيَاءُ أَفْضَلُ أَمِ الْعُلَمَاءِ ... ؟
فَقَالَ : اَلْعُلَمَاءُ أَفْضَلُ
فَقِيْلَ لَهُ : فَمَا بَالُ الْعُلَمَاءِ يَأْتُوْنَ أَبْوَابَ اْلأَغْنِيَاءِ . وَلاَ نَرَى اْلأَغْنِيَاءَ يَأْتُوْنَ أَبْوَابَ الْعُلَمَاءِ..؟
فَقَالَ : لِأَنَّ الْعُلَمَاءَ عَرَفُوْا فَضْلَ الْمَالِ ، وَاْلأَغْنِيَاءُ لَمْ يَعْرِفُوْا فَضْلَ الْعِلْمِ
قَالَ حَكِيْمٌ : اَلنَّاسُ فِي الْخَيْرِ أَرْبَعَةٌ : فَمِنْهُمْ مَنْ يَفْعَلُهُ .. اِبْتِدَاءً، وَمِنْهُمْ مَنْ يَفْعَلُهُ ... اِقْتِدَاءً
وَمِنْهُمْ مَنْ يَتْرُكُهُ .. حِرْمَاناً ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَتْرُكُهُ .. اِسْتِحْسَاناً
فَمَنْ يَفْعَلُهُ اِبْتِدَاءً ........ كَرِيْمٌ
وَمَنْ يَفْعَلُهُ اِقْتِدَاءً ....... حَكِيْمٌ
وَمَنْ يَتْرُكُهُ اِسْتِحْسَاناً ...... غَبِيٌّ
وَمَنْ يَتْرُكُهُ حِرْمَاناً ........ شَقِيٌّ
سُـئِــل حَـكِـيْـــمٌ
Seorang bijak ditanya:
سُئِلَ حَكِيْمٌ : مَنْ أَسْوَأُ النَّاسِ حَالاً؟
1. Siapakah manusia yang kondisinya paling buruk?
قَالَ : مَنْ قَوِيَتْ شَهْوَتُهُ .. وَبَعُدَتْ هِمَّتُهُ.. وَقَصُرَتْ حَيَاتُهُ .. وَضَاقَتْ بَصِيْرَتُهُ
Ia menjawab: Seseorang yang kuat syahwatnya, jauh cita-citanya, pendek hidupnya dan sempit bashirah-nya (mata hatinya).
سُئِلَ حَكِيْمٌ : بِمَ يَنْتَقِمُ اْلإِنْسَانُ مِنْ عَدُوِّهِ.....؟
2. Dengan apa seorang manusia membalas dendam kepada musuhnya?
فَقَالَ : بِإِصْلاَحِ نَفْسِهِ
Ia menjawab: dengan memperbaiki dirinya.
سُئِلَ حَكِيْمٌ : مَا السَّخَاءُ ...... ؟
3. Apa itu sifat derman?
فَقَالَ : أَنْ تَكُوْنَ بِمَالِكَ مُتَبَرِّعاً، وَمِنْ مَالِ غَيْرِكَ مُتَوَرِّعاً
Ia menjawab: Hendaklah engkau menyumbangkan hartamu dan wara’ dari harta yang bukan milikmu.
سُئِلَ حَكِيْمٌ : كَيْفَ أَعْرِفُ صَدِيْقِيْ اَلْمُخْلِصَ .....؟
4. Bagaimana aku tahu mana teman yang tulus ikhlas?
فَقَالَ : اِمْنَعْهُ .. وَاطْلُبْهُ..فَإِنْ أَعْطَاكَ ..فَذَاكَ هُوَ ,..وَإِنْ مَنَعَكَ..فَاللهُ الْمُسْتَعَانُ
Ia menjawab: Kalau dia memintamu, jangan dikasih, dan mintalah sesuatu darinya, jika ia tetap memberi, itulah dia teman sejati, dan jika ia tidak memberinya, maka, cukuplah Allah sebagai tempat meminta pertolongan.
قِيْلَ لِحَكِيْمٍ :مَاذَا تَشْتَهِيْ .....؟
5. Apa yang menjadi kesenanganmu?
! فَقَالَ : عَافِيَةَ يَوْمٍ
Ia menjawab, sehari saja saya selamat dan aman!
فَقِيْلَ لَهُ : أَلَسْتَ فِي الْعَافِيَةِ سَائِرَ اْلأَيَّامِ ...؟
Maka ditanyakan kepadanya: Bukannya sepanjang hari engkau selamat dan aman?
فَقَالَ : اَلْعَافِيَةُ أَنْ يَمُرَّ يَوْمٌ بِلاَ.. ذَنْبٍ
Ia menjawab: Yang dimaksud dengan ‘selamat dan aman’ adalah ada satu hari berlalu dan engkau tidak berbuat dosa pada hari itu.
قَالَ حَكِيْمٌ : اَلرِّجَالُ أَرْبَعَةٌ : جَوَّادٌ وَبَخِيْلٌ وَمُسْرِفٌ وَمُقْتَصِدٌ
6. Seorang bijak berkata: Manusia ada empat; dermawan, pelit, berlebihan dan ekonomis.
فَالْجَوَّادُ : مَنْ أَعْطَى نَصِيْبَ دُنْيَاهُ لِنَصِيْبِهِ مِنْ آخِرَتِهِ
Dermawan yaitu seseorang yang memberikan jatah dunianya untuk akhiratnya.
وَالْبَخِيْلُ : هُوَ..اَلَّذِيْ لاَ يُعْطِيْ وَاحِداً مِنْهُمَا نَصِيْبَهُ
Seorang pelit yaitu seseorang yang tidak memberikan jatahnya, baik untuk dunia maupun untuk akhirat.
وَالْمُسْرِفُ : هُوَ الَّذِيْ يَجْمَعُهُمَا لِدُنْيَاهُ
Seorang musrif (yang berlebihan) adalah seseorang yang menggabungkan seluruh jatahnya untuk urusan dunia.
وَالْمُقْتَصِدُ: هُوَ الَّذِيْ يُعْطِيْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا نَصِيْبَهُ
Seorang yang muqtashid (ekonomis) adalah seseorang yang memberikan kepada masing-masing jatahnya; dunia untuk dunia dan akhirat untuk akhirar.
قَالَ حَكِيْمٌ : أَرْبَعَةٌ حَسَنٌ، وَلَكِنْ أَرْبَعَةٌ أَحْسَنُ
7. Seorang bijak berkata: ada empat hal baik, namun, ada empat hal lebih baik;
اَلْحَيَاءُ مِنَ الرِّجَالِ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهُ مِنَ النِّسَاءِ..أَحْسَنُ
a. Sifat malu dari kaum lelaki adalah baik, namun, sifat malu yang dimiliki kaum perempuan lebih baik.
وَالْعَدْلُ مِنْ كُلِّ إِنْسَانٍ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهُ مِنَ الْقُضَاةِ وَاْلأُمَرَاءِ..أَحْسَنُ
b. Keadilan dari semua manusia adalah baik, namun, keadilan dari para hakim dan pemimpin adalah lebih baik.
وَالتَّوْبَةُ مِنَ الشَّيْخِ ..حَسَنٌ، وَلَكِنَّهَا مِنَ الشَّبَابِ..أَحْسَنُ
c. Taubat dari seseorang yang sudah tua adalah baik, namun, taubat dari seorang muda lebih baik.
وَالْجُوْدُ مِنَ اْلأَغْنِيَاءِ..حَسَنٌ.. وَلَكِنَّهُ مِنَ الْفُقُرَاءِ..أَحْسَنُ
d. Derman bagi orang kaya adalah baik, namun, derma dari kaum fakir adalah ahsan.
قَالَ حَكِيْمٌ : إِذَا سَأَلْتَ كَرِيْماً .... فَدَعْهُ يُفَكِّرُ....فَإِنَّهُ لاَ يُفَكِّرُ إِلاَّ فِيْ خَيْرٍ
8. Jika engkau bertanya kepada seorang mulia, maka biarkannya ia berfikir, sebab ia tidak berfikir kecuali yang terbaik.
وَإِذَا سَأَلْتَ لَئِيْماً.. فَعَجِّلْهُ.. لِئَلاَّ يُشِيْرَ عَلَيْهِ طَبْعُهُ ..أَنْ لاَ يَفْعَلَ
Dan jika engkau bertanya kepada seorang yang buruk (tercela), maka segerakan, agar wataknya tidak memberi isyarat kepadanya untuk berkata: “Jangan lakukan”!
قِيْلَ لِحَكِيْمٍ : اَلأَغْنِيَاءُ أَفْضَلُ أَمِ الْعُلَمَاءِ ... ؟
9. Manakah yang lebih afdhal; ulama atau orang kaya?
فَقَالَ : اَلْعُلَمَاءُ أَفْضَلُ
Ia menjawab: Ulama lebih baik
فَقِيْلَ لَهُ : فَمَا بَالُ الْعُلَمَاءِ يَأْتُوْنَ أَبْوَابَ اْلأَغْنِيَاءِ . وَلاَ نَرَى اْلأَغْنِيَاءَ يَأْتُوْنَ أَبْوَابَ الْعُلَمَاءِ..؟
Ditanyakan kepadanya: Lalu kenapa para ulama mendatangi pintu-pintu orang kaya?! Dan kami tidak melihat orang-orang kaya mendatangi pintu-pintu para ulama?!
فَقَالَ : لِأَنَّ الْعُلَمَاءَ عَرَفُوْا فَضْلَ الْمَالِ ، وَاْلأَغْنِيَاءُ لَمْ يَعْرِفُوْا فَضْلَ الْعِلْمِ
Ia menjawab: Sebab para ulama mengetahui keutamaan harta, sementara orang-orang kaya tidak mengetahui keutamaan ilmu.
قَالَ حَكِيْمٌ : اَلنَّاسُ فِي الْخَيْرِ أَرْبَعَةٌ : فَمِنْهُمْ مَنْ يَفْعَلُهُ .. اِبْتِدَاءً، وَمِنْهُمْ مَنْ يَفْعَلُهُ ... اِقْتِدَاءً
10. Dalam hal kebajikan, manusia ada empat macam; ada yang memulai, ada yang melakukannya dalam rangka berqudwah.
وَمِنْهُمْ مَنْ يَتْرُكُهُ .. حِرْمَاناً ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَتْرُكُهُ .. اِسْتِحْسَاناً
Dan diantara mereka ada yang meninggalkannya karena tidak ada kesempatan dan diantara mereka ada yang meninggalkannya karena memandangnya sebagai sesuatu yang terbaik.
فَمَنْ يَفْعَلُهُ اِبْتِدَاءً ........ كَرِيْمٌ
a. Adapun yang melakukannya dalam rangka memulai, maka ia adalah seorang yang mulia.
وَمَنْ يَفْعَلُهُ اِقْتِدَاءً ....... حَكِيْمٌ
b. Ada pula yang melakukannya karena mencontoh dan berteladan, maka ia adalah seorang yang bijaksana.
وَمَنْ يَتْرُكُهُ اِسْتِحْسَاناً ...... غَبِيٌّ
c. Ada juga yang meninggalkannya karena menganggap baik, maka ia adalah seorang bodoh.
وَمَنْ يَتْرُكُهُ حِرْمَاناً ........ شَقِيٌّ
d. Dan ada pula yang meninggalkannya karena tidak mendapatkan kesempatan, maka ia adalah seseorang yang celaka.
Langganan:
Postingan (Atom)
