mumpung awal juni dan hujan, jadi ingat puisi ini :)
Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
[Sapardi Djoko Damono – 1989]
aha!
BalasHapuslove this muzicalitation so much >,<
thanks nuy ;)
#fivejune ^^
cieeeeh yuni chan..haruskah ku buat judulnya "Hujan Bulan Yuni" :p hehe..
BalasHapushahahhaa...papah sapardi memang keren yah mbak inuuyy....hahahaha...love it so much deh pokoknya mah..:D
BalasHapusyoyoy lady rainy ^^d
BalasHapusuntung hujan ya, jadi pas. :))
BalasHapusevent: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!
keren puisi2x om sapardi, di erax sdh bisa merangkai kata yg sngt romantic n orginal..
BalasHapusTerima kasih atas artikelnya.
BalasHapuso iya selama saya jelajah mencari ilmu dengan blogwalking, menurut saya
anda memiliki kelebihan tersendiri dari situs-situs lain dan jujur potensi
anda juga sangat bagus, banyak juga ilmu yang saya pelajari disini jika ada
waktu saya akan berkunjung lagi.
ditunggu kunjungan baliknya :D
#Semoga sehat selalu :D
nice post :)
BalasHapusditunggu kunjungan baliknya yaah ,
Selalu suka dengan "Hujan Bulan Juni"
BalasHapus^_^